Keyboard Kurang Nada

Keyboard kuno itu ada di rumah karena terpaksa. Tetapi karena betapapun dia adalah keyboard kami menyambut baik kedatangannya walau tak sampai benar-benar jatuh cinta. Ia dari jenis yang tua yang seorang saudara kami pun telah bosan karena itulah kepada kami ia mewariskan barangnya.

Di rumah, karena ia bukan barang kesayangan, siapa saja boleh membunyikan. Intinya, ia menjadi barang umum saja. Sesekali saya memerlukan juga mengakrapi barang ini. Tetapi lama-lama bosan juga dan ia menjadi barang yang terlupakan. Karena fungsinya mulai dinilai tidak sepadan dengan kebutuhan barang ini pun diungsikan ke kamar lain yang sebetulnya lebih cocok disebut gudang.

Dari waktu ke waktu ia cuma terlihat jika kami memasuki ruang yang berarti gudang itu. Pada awalnya, sebagian tubuhnya masih kami selimuti. Jika selimut itu terlepas, masih suka kami benahi. Tetapi makin lama, bahkan membenahi selimutnya pun tak pernah lagi. Bukan tak sempat, karena perhatian ke arahnya tak ada lagi. Debu di wajahnya menebal dari hari ke hari.

Sampai suatu hari, saya melihat barang ini dan ingin memainkannya lagi. Tapi debu dan pembiaran itu agaknya sudah terlalu lama hingga keadaan keyboard itu telah sedemikian rupa. Ia seperti seseorang yang tak pernah tersentuh kasih sayang lalu patah hati dan memilih menghancurkan dirinya sendiri. Didorong rasa iba, saya mengelap dan memainkannya sekadar untuk bersilaturahmi. Agak kaget juga ketika sampai di beberapa bagian ada tuts yang mati. Dengan nada yang tak lengkap, barang ini sudah tak bisa dimainkan lagi, apalagi kami bukan ahli. Maka apa saja lagu yang saya coba, jatuhnya tak pernah bisa rampung juga.

Jika saya main di kunci yang paling mudah, kunci itu tiba-tiba menjadi susah karena nada yang hilang itu tepat di nada pertama, do. Mana mungkin saya menyanyi tanpa do, karena ia serupa membangun rumah tampa pondasi. Saya coba mengingat lagu termudah sekalipun, ternyata tak ada yang bisa terbentuk tanpa bunyi do. Tetapi saya mencoba menantang diri sendiri, apa jadinya jika saya dihukum gantung jika tidak sanggup menyanyi tanpa do? Ayo menyanyilah meskipun tak lengkap nadamu, bujuk saya pada diri sendiri. Lagipula ada tujuh nada, dan kamu cuma kehilangan satu, tambah saya di dalam hati.

Maka mulailah saya mencoba memainkan harmoni tanpa do. Pada mulanya tidak cuma aneh, tetapi juga menderita. Bermusik tanpa nada dasar sama saja pelari tanpa garis start dan tak ada finish. Bukan jarak yang menjadi persoalan tapi lebih pada berjalan tanpa jelas ke tujuan itulah yang melelahkan. Tetapi karena tak ada lain pilihan, terus bernyanyi itulah yang bisa saya lakukan. Saya putuskan saja, setiap garis yang saya temui, adalah sebuah start. Setiap nada adalah nada dasar dan saya boleh berhenti kapan saja bukan dengan nada sebagai penandanya, tetapi cukup kelelahan saya sendiri saja.

Maka jadilah saya main menggila di hadapan keyboard tua ini. Yang saya sebut menggila itu bukan karena teknik saya yang tinggi, melainkan apapun keterbatasan tekniknya, saya boleh memijit nada sesuka saya. Jika ada penonton bertepuk, yang bertepuk itu akhirnya juga cuma saya. Jika ada penonton yang ngomel, pengomel itu juga cuma saya. Karena pemain, penonton dan juri saya rangkap sendiri akhirnya tak ada permainan baik-buruk, benar salah. Hantam saja senantiasa. Hasilnya, inilah permaianan musik saya paling hebat sepanjang saya berhenti bermain musik sejak SMA. Ngawur dan sama sekali tak ada enaknya.

Tetapi apapun sebutannya, saya bisa bermain nikmat sekali, lama sekali untuk ukuran orang iseng dan bahagia sekali. Cuma berkurang sebuah nada, ternyata memang tak perlu menghalangi seseorang untuk bernyanyi!

(/Nv@)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s